sepintas saya melihat di salah satu group tentang pertanyaan hedonisme itu seperti apa? bagaimana? dan apa batasannya?
saya hanya tergelitik melihat pertanyaan ini,..tp lagi2 membuat saya ingin menulis atas apa yg saya baca dan pahami. Saya mencoba menjawab mengenai hedonisme yang saya baca..semoga tulisan ini pun menjadi bahan introspeksi saya sebagai da'iyah dan dapat saya amalkan dengan baik.. aamiin...
-----------------------------------------------------------------------------
Arti Hedonisme menurut istilah adalah paham yang mementingkan kemewahan dan kesenangan fisik, sedangkan menurut bahasa, Hedonisme yang berasal dari kata Hedone adalah kesenangan. Tokoh pertama yang terkenal mengajarkan Hedonisme adalah Democritus (400-370 M). Menurut Democritus, Hedonisme adalah paham yang memandang kesenangan sebagai tujuan pokok dalam hidup ini. Sedangkan Hedonisme menurut Honis O. Kallsoff dalam Soerjono Soemardjo (1996) adalah manusia yg mencari kenikmatan (hedonisme psikologis) dengan prinsip yang mengatakan bahwa manusia seharusnya mencari kenikmatan (hedonisme etis). Hedonisme yang dimaksud disini adalah perbuatan yang dapat dilakukan oleh seseorang akan membawa orang tersebut merasakan kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Tetapi, apabila hal itu dilakukan secara berlebihan maka akan berdampak buruk bagi kehidupannya.
Ciri-ciri hedonisme menurut Cicerno dalam Russell (2004) adalah sebagai berikut :
1. Memiliki pandangan gaya instan, melihat perolehan harta dari hasill kahir bukan prosen utk membuat hasil akhir. Hal ini membawa ke arah sikap selanjutnya yaitu melakukan rasionalisasi atau pembenaran dalam memenuhi kesenangan tersebut.
2. Menjadi pengejar modernitas fisik. hal ini berpandangan bahwa dengan memiliki barang2 berteknologi tinggi adalah kebanggaan.
3. Memiliki relativitas kenikmatan di atas rata-rata tinggi. relativitas ini berarti sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak namu baginya itu tidak enak.
4. Memenuhi banyak keinginan-keinginan spontan yang muncul. Dalam penjabaran benteng penahan kesenangan yang sangat sedikit sehingga ketika orang menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi.
5. Ketika mendapat masalah yang dianggap berat, muncul anggapan bahwa dunia begitu membencinya.
6. Berapa uang yang dimilikinya akan habis
1. Memiliki pandangan gaya instan, melihat perolehan harta dari hasill kahir bukan prosen utk membuat hasil akhir. Hal ini membawa ke arah sikap selanjutnya yaitu melakukan rasionalisasi atau pembenaran dalam memenuhi kesenangan tersebut.
2. Menjadi pengejar modernitas fisik. hal ini berpandangan bahwa dengan memiliki barang2 berteknologi tinggi adalah kebanggaan.
3. Memiliki relativitas kenikmatan di atas rata-rata tinggi. relativitas ini berarti sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak namu baginya itu tidak enak.
4. Memenuhi banyak keinginan-keinginan spontan yang muncul. Dalam penjabaran benteng penahan kesenangan yang sangat sedikit sehingga ketika orang menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi.
5. Ketika mendapat masalah yang dianggap berat, muncul anggapan bahwa dunia begitu membencinya.
6. Berapa uang yang dimilikinya akan habis
Melihat dari pengertian di atas, Hedonisme lebih menitikberatkan kepada kebutuhan jasmani daripada ruhani. Hedonisme kurang lebih adalah berupa kesenangan sesaat yaitu kesenangan duniawi. Cinta pada dunia beserta segala kemewahan yang terlihat dan dirasakan oleh panca indera manusia.
Memang pada fitrahnya, manusia itu membutuhkan kesenangan dan mudah tergoda pada kesenangan dan kemewahan dunia...aku sedikit akan memasukan beberapa isi dalam shirah nabawiyah yang menceritakan tentang kesenangan dunia :).
----------------------------------------------------------------------------
Kita memasuki kisah sejarah Perang Uhud... masih ingatkah strategi perang dalam perang ini? ada yg di sayap kanan yang dipimpin oleh Al-Mundzir bin Amr, ada pula di sayap kiri yang dipimpin oleh Az-Zubair bin Al-Awwam. adapula yang di barisan terdepan. Tidak lupa dengan pasukan jihad pemanah yang ditempatkan di atas bukit. Pada perang ini, pasukan pemanah ini dilarang untuk turun atau meninggalkan bukit itu walaupun pasukan jihad di bawah bukit terlihat dapat mengalahkan pasukan musuh Islam. Di dalam Shirah Nabawiyah (Mubarakfuri, 1997), di jelaskan bahwa strategi ini dibuat agar pasukan musuh tidak menyusup dan mengacaukan ke barisan orang2 muslim dari arah belakang.
Pada perang ini, Rosululloh SAW hampir saja terbunuh.. masih ingatkah kawan tentang sejarah ini? tentang hampir terbunuhnya Rosul kita.. mari kita merefresh kembali ingatan kita... --> semua musuh mulai mundur, dan para tentara jihad mulai mengumpulkan harta rampasan perang. lalu, para pemanah dari atas bukit mulai turun.
yup! para pemanah itu pun ikut turun... lalu, pemimpin mereka yaitu Abdullah bin Jubair mengingatkan mereka kepada perintah Rosululloh SAW, "Apakah kalian sudah lupa apa yang Rosululloh SAW katakan kepada kalian?" Tetapi, mayoritan dari mereka tidak mempedulikan peringatan ini dan berkata, "Demi Allah, kami benar-benar akan bergabung dengan mereka agar kita mendapatkan harta rampasan itu". Ada 40 orang yang meninggalkan bukit itu dan bergabung dengan pasukan inti untuk mengumpulkan harta rampasan. lalu, punggung pasukan muslimin kosong, yang tersisa tinggal Ibnu Zubair dan 9 rekannya. Lalu kesempatan ini di ambil oleh Khalid bin Walid (saat itu masih menjadi musuh Islam), hingga tiba di belakang pasukan Muslimin. Lalu, Abdullah bin Jubair syahid di tangan Khalid. Khalid bin Walid menyerang dari arah belakang, sampai akhirnya pasukan musuh bisa mendekati dan mengepung pasukan muslimin dari arah depan dan belakang.
Tahukah kawan apa yang membuat pasukan pemanah melakukan kesalahan fatal dan tidak mempedulikan perintah Rosululloh saw? yup! itu karena harta... harta yang menjadi kelemahan manusia hingga terlena. lagi-lagi ini mengisahkan tentang kesenangan dunia... HARTA. pasukan Muslimin pun manusia.. mudah tergiur akan harta, namun akhirnya Allah memberikan pertolongan untuk kemenangan pasukan Muslimin walau banyak yang terluka dan mati syahid. di kisah ini, kita mengambil pelajaran bahwa kesenangan dunia (harta) dapat berakibat fatal yaitu kematian para sahabat dan yang paling mengerikan adalah hampir saja Rosululloh saw terbunuh.
:) kita beralih ke kisah selanjutnya... ini adalah kisah pembagian harta rampasan setelah Perang Hunain selesai. masih ingatkah akan kisah ini? mari kita merefresh kembali...
Rosululloh membagikan harta rampasan ini kepada orang-orang yg baru masuk Islam dan hatinya masih lemah. orang2 ini diberi harta rampasan perang dalam jumlah yang relatif lebih besar. karena di dunia ini masih banyak orang yang bisa dihela dengan kebenaran perutnya dan bukan dari akalnya, seperti binatang yang bisa digiring karena ada seikat daun yang disodorkan ke dekat mulutnya sehingga dia masuk ke kandangnya dengan aman. begitu pula dengan manusia yang membutuhka variasi bujukan untuk menyusupkan iman.
Namun, hal ini tidak dipahami oleh orang2 Anshar dan membuat orang2 Anshar meradang. Lalu Sa'ad bin Ubadah menemui Rosululloh saw dan mengatakan ada perasaan yang mengganjal kepada kaum Anshar atas pembagian harta rampasan perang itu. kemudian Rosululloh memerintahkan Sa'ad utk mengumpulkan kaum Anshar ke suatu tempat. lalu disana Rosululloh mengatakan bahwa mereka ditolong Rosululloh saat keadaan mereka lemah, terusir, dll. Rosululloh pun mengatakan, "Apakah di dalam hati kalian masih terbesit HARTA KEDUNIAAN, yang dengan keduniaan itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam, sedangkan terhadap keislaman kalian aku sudah percaya? wahai semua orang Anshar, apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang lain pergi membawa DOMBA DAN ONTA, sedangkan kalian KEMBALI BERSAMA ROSUL ALLAH ke tempat tinggal kalian?". Lalu orang2 Anshar itu menangis, dan berkata bahwa mereka ridha atas pembagian harta itu.
*jadi teringat ketika mengetahui kisah ini adalah saat dimana saya membaca fiqih politik hasan al-banna. #eh atau pas baca bgmn menyentuh hati y? hilap... kisah ini membuat saya tergugah dan menangis... dan ini pertama kali ada cahaya di hati.. cahaya hidayah-Nya :).*
balik lagi ke kisah Perang Hunain. di sana ada huruf yang sengaja saya besarkan (kapital), karena lagi-lagi ini masalah harta.. namun akhirnya... T_T begitulah kisahnya... #yg gk tersentuh kisah ini, kebangetan kaku hatinya,hehe peace#
adalagi kisah dari istri-istri Rosul yang meminta lebih dari harta untuk tambahan belanja... namun akhirnya turunlah ayat Allah yaitu "