Monday, January 16, 2012

sepenggal kisah Abdurrahman bin 'Auf

waktu mengikuti seminar bisnis properti, ust. nasrulloh (pemilik the orchid realty) menceritakan tentang sahabat2 rosul yang smua nya itu kaya. mereka kaya karena bisnis properti.. tp bukan bisnis properti nya yg mau saya tulis..hehe. ini baca aja di buku fiqh ekonomi umar y... :)

ust.Nasrulloh waktu itu mengatakan bahwa Abdurrahman bin 'Auf adalah sahabat Rosul yang paling kaya diantara sahabat2 yg lain. bukan "kaya" nya yg akan saya bicarakan disni. tapi "usaha" dr Abdurrahman bin 'Auf.. yup! berdagang! memilih tempat utk berdagang. nah 'tempat' disini namanya properti...hehe begitu kata ust. Nasrulloh...

sepenggal kisah Abdurrahman bin 'Auf

Saat Abdurrahman bin 'Auf datang ke madinah, beliau tidak diizinkan membawa harta2nya masuk ke madinah. utk  Abdurrahman bin 'Auf mah tidak ada masalah utk tidak membawa hartanya. lalu gmn klo kita diposisi sprti itu? wow :). lalu di Madinah itu  Abdurrahman bin 'Auf dipersaudarakan dengan orang Anshar bernama Sa'd bin Ar Rabi'. Sa'd bin Ar Rabi ini seorang yang kaya raya. lalu Sa'd bin Ar Rabi ini bilang sesuatu ke Abdurrahman bin 'Auf yaitu "Saudaraku terkasih di jalan Allah, sesungguhnya aku termasuk orang yang kaya raya di Madinah ini. aku memliki dua kebun yang luas. di antara keduanya, pilihlah mana yang engkau suka. aku juga mempunya dua istri yang cantik-cantik. lihatlah dan pilihlah satu diantaranya, pasti akan kuceraikan dan kunikahkan denganmu."

lalu pemuda mekah itu (Abdurrahman bin 'Auf) malah tersenyum dan berkata dengan lembut kepada saudaranya, "terima kasih atas segala kebaikanmu saudaraku, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. tetapi sebaiknya tunjukkan aku jalan ke pasar saja."  lalu, Sa'd bin Ar Rabi mengatakan, "tetapi setidaknya menikahlah...". kemudian Abdurrahman bin 'Auf menjawab, "InsyaAllah dalam sebulan ini saya akan menikah". setelah percakapan itu, Sa'd bin Ar Rabi menunjukkan jalan ke pasar. pertama Abdurrahman bin 'Auf menjadi kuli, kedua menjadi makelar, ketiga menjadi pedagang. waktu itu kata ust.Nasrulloh dalam buku fiqh ekonomi umar, Abdurrahman bin 'Auf ini membeli sebuah ruko (istilah sekarang namanya "ruko"), lalu memanggil para pedagang lain utk berjualan disitu dan ramailah pula dagangan beliau. cerita ini lagi-lagi menyebutkan ttg "properti"...hehe. Abdurrahman Bin 'Auf terkenal dengan pedagang yg paling jujur, informatif ttg produknya, bersih dalam menakar dan menimbang. timbangannya tidak dilebihkan maupun dikurangi.

lalu, 1 bulan kemudian ia datang ke Rosululloh saw dan mengatakan sambil tersipu, "saya menikah ya Rosululloh".

Abdurrahman Bin 'Auf ini rutin membagi-bagikan hartanya utk seluruh penduduk Madinah. sekali membagikan sekitar 4000 dinar. hitung sendiri y brp milyar rupiah sedekah Abdurrahman Bin 'Auf... :).

nah, ada kisah saat itu, Usman bin Affan (jutawan besar) ikut mengantri dan mengambil bagiannya saat Abdurrahman Bin 'Auf membagi-bagi hartanya. banyak yg bertanya ke Usman, lalu Usman menjawab, "Harta Abdurrahman Bin 'Auf adalah harta yang barokah. bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk mengisi perut keluargaku dan mengaliri darah kami dengan harta yang diberkahi Allah dan didoakan Rosululloh saw?".

Nah lho? Usman saja ikut mengantri.. karena Abdurrahman Bin 'Auf ini tidak menggunakan sistem riba..

-----------------------
dari kisah Abdurrahman Bin 'Auf, ita bisa liat usaha nya. padahal awalnya beliau tidak mempunyai apa2. namun beliau hanya mnta ditunjukkan dimana pasar. tidak lain adalah hanya utk berdagang. aq mengambil hikmahnya kalau beliau orang yang pekerja keras dan memang benar kata ustd Nasrulloh yang berasal dr buku fiqh ekonomi Umar beliau cerdas dalam mengambil peluang... jelaslah saya mengatakan cerdas. karena masa ia, cuma minta ditunjukkan dmn pasar? bayangkan? pokoknya kerenlah...

sekian cerita yang masih sepotong ini :D. nanti dilanjut lagi...


                                 Jatinangor, 16 Januari 2012


Zurniawati, S.Kep (Ketua Bidang Muslimah KAMMI Daerah Sumedang)

No comments:

Post a Comment