Sunday, May 27, 2012
Cinta "Nano nano" : KAMMI
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat..
Kilas Cerita Cinta Manis di sebuah "Kenyamanan" : KAMMI
Saya pernah menulis kisah awal saya memutuskan mengikuti Dauroh Marhalah 1 KAMMI.. Tulisan itu berjudul "KAMMI: Rohisnya se-Indonesia".. Dimana saat itu, masih dalam pencarian sebuah tempat "ternyaman" utk lebih dapat mendekatkan diri pada Sang Maha Melindungi. Cerita singkatnya yaitu ketika saya sedang berada di sebuah kota sebrang Pulau Jawa, ada sebuah sms yang masuk ke dalam HP saya yang katanya untuk data diri anggota. Saat itu sang ketua memperkenalkan dirinya dengan nama Firman Brasanda dari Fakultas FK (Fakultas KeFisipan)..yang seterusnya ada sebutan "babeh" yang pertama kali disebut oleh Lina Marlina...
Manisnya Cinta 'Nano nano' dimulai saat saya merasa "terjebak". terjebak berbuah manis bernama 'Hidayah'.
Beberapa hari sebelum Bulan Ramadhan tiba, ada sebuah perkumpulan yang biasa di sebut dengan syuro atau rapat. itu adalah kali pertama saya mengikuti rapat di KAMMI... rapat KAMMI Ramadhan Gathering (KRG) dan DM1...yang entah saya merasa 'terjebak' karena akhirnya ketua pelaksana itu menuju ke arah saya. Bisa dibilang, bermula dari Ketua Pelaksana KRG sampai mereka merangkul saya lebih erat dan merasa "nyaman" berada di dalamnya dan akhirnya diperkenalkan dengan tarbiyah.
MK atau Madrasah KAMMI dengan Yunita Muthmainnah atau biasa disebut dengan Mumun adalah Murobbi MK saya. Beliau berasal dari FK sama seperti sang ketua, tetapi beliau ditambah G jadi FKG (benar-benar FK+G yaitu Fakultas Kedokteran Gigi). Saat itu, ada perasaan takut merasa paling bodoh karena saya disandingkan dengan orang-orang yang pakaiannya sudah oke dan pastinya pemahaman dan pemikirannya juga oke. Ketakutan dan kekhawatiran itu saya lawan dengan membaca yang ditugaskan oleh sang murobbi. walau tidak di baca semuanya juga.. Madrasah KAMMI itu selalu dirindukan..bagiku saja mungkin..
Ketika beberapa orang ingin kabur dari KAMMI karena 'merasa' tidak mendapatkan apa-apa, saya justru merasa BANYAK mendapatkan yang tidak saya pikirkan disini. Mungkin karena saya 'mencari', jadi akan lebih berbeda 'merasakannya' dan 'membutuhkannya'. Banyak yang di dapat seperti persaudaraan, keberanian berbicara (dulu pemalu,sekarang jadi tak tau malu,hehe), Ilmu dan yang paling banyak adalah ilmu tauhid dan politik :D (Bukan Islam Sekuler). dan yang paling penting adalah mendapatkan lebih dekat ke Allah seperti yang dulu saya cari dan HIDAYAH pastinya.. :). Saya berpikir, Islam adalah Fitrah dan manusia akan mencari Nilai-Nilai Islam yang sesungguhnya. Itu Aku! *gaya SO7 :).
Asamnya Cinta bukan berarti 'kecut': KAMMI
Menurut saya, Cinta tidak selamanya manis karena bisa jadi Cinta itu seperti Jeruk tetapi tetap dinikmati keasaman jeruk tersebut. Ini dinamikanya Cinta. Tergantung kita memberikan Cinta itu karena siapa? Allah kah? atau makhluk?
Tidak selamanya dirangkul untuk merasa nyaman, karena rangkulan itu berubah bukan untukku tetapi untuk yang lain. Mereka sudah 'pensiun' untuk merangkul saya. Mungkin saatnya saya 'berekspresi' atas apa yang sudah saya dapatkan. Dan tugas saya sekarang seperti yang mereka lakukan pada saya dulu.
HUfft! yang pasti, saya tidak se-expert mereka dalam merangkul.. tidak ada apa-apanya :(.
Saya dan KAMMI Sosial Unpad
Ketika saya dilimpahkan ke Komisariat sosial unpad saat itu, ada perasaan sedih karena saya berpisah dari komisariat eksakta yang telah memberikan saya berbagai warna dan cinta. yang paling membuat saya sedih adalah ketika ternyata saya adalah 'korwatnya' di sosial... Takut dan kenapa bukan yang lain? dan kenapa kenapa yang lainnya yang tidak sempat keluar utk ditanyakan. Allah lebih tau...
Manis asam asin ala nano nano terasa disini. bahkan bertambah rasa yaitu PAHIT. Yang terasa lebih banyak pahitnya tetapi berhasil diselamatkan manis asam asin yang terasa :). Sering hati ini menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa merangkul para akhwat. Tidak sesuai atas apa yang saya harapkan. Hati pun ingin berteriak, marah, tapi hanya tersimpan dalam hati.. karena marahnya itu pada diri saya sendiri. Saya sempat bertanya, 'Benarkah saya mencintai KAMMI? kalau iya, apa yang sudah saya berikan utk KAMMI?" T_T
Cinta Nano nano lebih terasa : Bidang Muslimah KAMMI Sumedang
Rasa Nano nano nya lebih pekat. Kemarahan, Kesedihan, Senyuman, Kebahagiaan, kekanak-kanakan semua ada disini. Ramai rasanya. Begitulah sebuah iklan mengatakannya. Kesalahan demi Kesalahan banyak kulakukan. Kesalahan sebagai 'Ibu' bagi akhwat-akhwat yang lain, kesalahan sebagai 'Kakak', kesalahan sebagai 'sahabat',.. Astaghfirulloh T_T. Saya tidak se-expert para pendahulu dalam merangkul.
Afrili Suyari-Ketua BMK Komisariat Umar bin Abdul Aziz- pernah bertanya pada saya, tentang alasan saya bisa bertahan di kammi. Misalnya banyak yang tidak sesuai dengan harapan saya. pertanyaan itu belum ada jawabannya. saya hanya bilang, saat itu pun saya cerita ke murobbi dan jawabannya kembali karena siapa kita disini.
Singkat cerita curahan hati saya, Saya sempat tidak mau bertahan. sempat melayangkan surat pengunduran diri. Judulnya adalah saya dan sifat kekanak-kanakan saya. Tetapi akhirnya kembali lagi. Dan saya menyebutnya, Cinta dan Tanggung jawab membuat saya kembali dan kembali lagi.
Senyuman dan canda tawa kalian membuat semuanya menjadi melegakan. Ukhuwah saat tidak mempunyai uang,, kita saling berbagi. Berbagi saat ke Madura menemani Lina. Berbagi saat saya dan Qomce tidak mempunyai cukup uang untuk pergi ke tempat yang berbeda saat 17 Mei 2012 yang lalu. sampai akhirnya uang 50.000 dibagi dua karena yang terpenting adalah hari itu (17 Mei 2012) kita bisa ke tempat itu pergi dan pulang. untuk masalah besoknya kita tidak mempunyai uang untuk ke daerah mudik kita masing-masing, itu masalah besok. Saat saya kecelakaan (+penjambretan) bersama qomceu. ahh Manisnya jika diingat... dan merasa sedih jika ternyata saya harus memilih hal yang terburuk -pergi ke tempat asal (Bekasi)-, tetapi belum bisa kupilih sampai sekarang.
Banyak yang tidak bisa saya tulis disini... Nikmatilah Cinta 'nano nano' di KAMMI karena itu membuat kita menjadi lebih dewasa.. Manis Asam Asin Ramai Rasanya...
Saya, Permintaan Maaf, dan Ucapan terima kasih
Seandainya kata "maaf" cukup untuk menutupi kesalahan-kesalahan dan ketidakmampuan saya merangkul kalian, saya akan mengucapkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta kata maaf. utk kalian yang pernah merasakan kemarahan saya.. walau kata artis taiwan jerry yen kata maaf itu tidak ada gunanya "buat apa ada polisi kalau masih ada kata 'maaf' " .
Maaf saya untuk Tim Cadas yang luar biasa. Tim cadas yang ide-ide briliant nya, Tim Cadas yang Luar biasa yang mereka membagi-bagi waktu untuk dakwah, termasuk luar biasa tahan dengan emosi saya yang naik turun... Tim ini tidak akan luar biasa tanpa kalian yang luar biasa. Walau 'Nano nano' lebih pekat terasa disini tetapi Saya menyukainya. Amat sangat menyukainya. Saya pernah memimpikan kalian semua. Memimpikan tim ini bekerja bareng lagi. SEMUANYA. tidak kurang satupun. Saya merindukan tim ini...T_T. (Bekasi, 27 Mei 2012).
Sekarang, Sudah ada Desa binaan -walau masih awal- dan sekarang sudah ada komisariat baru walau masih 'komisariat persiapan'. Itu yang saya rindukan sejak dulu...
Cinta itu Rindu.. Rindu untuk kembali bekerja bersama-sama lagi... Cinta itu kata kerja. Kerja untuk berbuat lebih banyak lagi untuk umat...Cinta itu dakwah dan dakwah itu Cinta.
"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari." (Ust.Rahmat Abdulloh).
Terima kasih bisa bekerja bersama kalian di TIM ini... Terima kasih bisa mengenal ikhwan akhwat KAMMI yang luar biasa. Terima kasih bisa mengenal adik-adik KAMMI yang luar biasa. jazakumulloh khoir.
*Ditulis saat benar-benar merindukan KAMMI dan dituntut oleh banyak tuntutan hidup dan akhirnya disuruh 'memilih' tetapi belum bisa memilih.. hahaha lebay bener..
**di Bekasi, 27 mei 2012
*** Zurniawati,S.Kep
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment