Sunday, March 17, 2013

Tentang bersama Al-Qur'an (17 Maret 2013)

Hari ini adalah pertemuan kedua dengan murobbiyah baru dan temen2 kelompok baru. murobbiyahku keren. entahlah..tapi pembawaannya yg membuatku berkata keren untuk beliau. tetapi memang dr murobbiyahku yang pertama sampai yangg saat ini memang keren luar biasa karena mereka semua pasti punya kelebihan dan kekurangan, namun aku menepis kekurangan mereka dan hanya melihat kelebihan mereka. hmmm bukan ini yg mau dibicarakan. :D

Saya mau mengulas sedikit materi yg tadi diberikan. materi yg pasti sudah dengar semua, tp tetap saja selalu membuatku berkata "KEREN".

Tiada Hari Tanpa Membaca Al-Qur'an 


Kalau sudah menjadi Ibu nanti, biasakan anak dengan Al-Qur'an dari kecil dan jelaskan kepada anak bahwa pesantren Al-Qur'an itu menyenangkan. Buat anak merasa nyaman dan mencintai Al-Qur'an. Tidak sedikit ada anak yang mengatakan bahwa, "nanti kalau di pesantren, aku kerja apa abis lulus?". Pun itu adalah anak dari ikhwan sekalipun. Kita harus bisa merubah mindset bahwa mencari dan mempelajari ilmu di sekolah manapun, terlebih itu di sekolah Islam ataupun pesantren, juga di kampus-kampus, bukanlah untuk mencari kerja karena title yg sudah kita dapat, apalagi sekolah/kuliah hanya untuk menaikkan jabatan di tempat kerja.

Al-Qur'an itu adalah ruh kita. Bukan hanya harus membaca dan menghafal, melainkan juga harus memahami isinya. kita cerna maknanya yang terkandung di dalamnya. jangan sampai ketika di akhirat nanti, kita dihidupkan kembali dalam keadaan buta olehNYA. ibaratnya saja ketika mati lampu saja, kita masih kesulitan untuk berjalan walaupun mata kita berfungsi dengan baik. begitu pula dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an itu adalah cahaya untuk kita kelak. Coba kita buka QS. Thaha (20) : 124-125.

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?" (QS. Thaha (20) : 124-125). 

Ayat ini sebagai pengingat kita bahwa Al-Qur'an adalah peringatan-Nya dan kita jangan mengabaikannya. Jika kita mengabaikannya, seperti kata Allah di ayat tersebut bahwa kita akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Naudzubillahi mindzalik.

Al-Qur'an ini diberikan untuk ummat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Coba buka kembali Al-Qur'an kita QS. Al-Anfal (8) : 24. disitu dikatakan bahwa, "....Penuhilah seruan Allah dan Rosul..." . Di dalam Al-Qur'an ini pun banyak seruan-seruan Allah dan Rosul SAW untuk kita laksanakan. 

Coba kita buka lagi QS. Al-An'am (6) : 122, "Dan apabila orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan."

nah!  kalau kita dekat dengan Al-Qur'an (membaca, memahami, mentadaburi), maka cahaya itu akan kita dapat InsyaAllah ketika kita dihidupkan dari kematian nanti. 

Coba buka lagi QS. Asy-Syura (42) : 52, "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelum engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus."

Kita mungkin tidak mengetahui bahasa Arab, tapi Allah SWT memudahkan kita dalam menghafalnya jika kita mau. sekali lagi, Al-Qur'an itu adalah ruh kita. kita jangan cepat puas ahanya dengan mampu membacanya, tapi kita harus juga menghafalnya, memahaminya, mentadaburinya, juga menjalankan apa yang ada di dalam Al-Qur'an. oiya, dalam membaca juga harus dengan tartil, harus dengan haq nya. dengan tahsin yang baik dan benar.. *sayapunmasihbelajar.

kata murobbiyah saya begini, sebelum Uztadzah Rif'ah menikah, beliau membaca Al-Qur'an 5 juz/hari, dilakukan dalam sholat (setiap sholat 1 juz). Padahal kesibukkannya bejibun. Sekarang kesibukannya pun masih menggunung, dan katanya beliau cuma membaca Al-Qur'an 3-4 juz per hari. Tetep aja banyakan beliau daripada saya f(-_-). Subhanallah.. Kerennnnnnn >,<. Saya langsung 'zzzzzzzzzzzttttttttttt' => malu sama diri sendiri >,<.

Yuk ahh sama sama berbenah diri... perbaiki tilawah kita, perbanyak tilawah kita. Kalau zaman Rosul, ada sahabat yang meminta mengkhatamkan Qur'an dalam 3 hari. terus kata Rosul SAW, "jangan" karena terlalu cepat. Tetapi bayangkan di zaman ini? juztru kita meminta dikurangi jumlah tilawah kita. jadi teringat saat jadi panitia Dauroh Marhalah III KAMMI Jabar, ada peserta yang meminta tilawahnya setengah juz aja. *garukgaruk.

eh, sekian pembahasan kali ini... sampai jumpa pekan depan :D
 


No comments:

Post a Comment